Jumat, 11 November 2011

Menunggu waktu - midnight express - vegetarian temporer

Hehe.. kembali menulis ditengah malam, nyaris pukul 2 dini hari. Bukan tanpa sebab aku masih begadang sampai jam segini, karena tubuh ini sudah merengek untuk diistirahatkan dari beberapa jam yang lalu. Namun, sebuah request dari yang terkasih yang berada di pulau seberang sana memintaku untuk membangunkannya pukul 3 dini hari WITA (yang mana itu berarti pukul 2 WIB), sebentar lagi nih. Celakanya, permintaan lugu itu disampaikan pada pukul setengah 12 WIB. Yah, gagal deh tidur. Tapi ga papa, demi "Nyai" apapun akan kulakukan (termasuk menjual baju-celana.. :p)

Ada sedikit cerita tentang perenungan diri yang ingin dibagi di tulisan ini, FYI sekarang aku sedang menjalani Ujian Akhir Semester (UAS) 8, menandai hampir setahun ku menjalani lanjutan perkuliahan ini dari 2,5 tahun yang direncanakan. Beberapa mata kuliah lumayan bisa, beberapa setengah gagal, 1 disinyalir GATOT (tinggal berharap pada keberuntungan dan kebaikan Pak Dosen). Tapi hidup terus berjalan toh? Dan setelah beberapa lama mendengarkan musik dari sebuah band legendaris bernama Extreme, dan mengagumi sebuah lagu yang berjudul "midnight express", akhirnya setelah hampir 10 tahun sejak aku menemukan kaset bekasnya di Taman Martha Tiahahu (taman deket terminal Blok-M), aku berusaha mencoba memainkannya dengan gitar.

Cerita ini sebetulnya cukup mudah ditebak, dengan tingkat skill bergitar yang dari dulu pas-pasan (namun penuh ambisi), plus masa hiatus bergitar yang terjadi semenjak ku menginjakkan kaki di pulau Lombok dan menetap disana selama hampir 6 tahun dan akhirnya kembali ke bumi ibukota lagi, jari-jariku bak seorang jompo yang mencoba untuk berkompetisi adu lari seratus meter melawan seorang remaja (ting-ting).

Tapi it's fun... semua itu ternyata meremajakan jiwa yang selama ini terlalu nyaman dinina-bobokan. Oh iya, ada juga terpikirkan hari ini untuk serius memulai untuk detoksifikasi dengan menjadi vegetarian temporer, hal itu berawal dari saat akan berangkat ke kampus di pagi hari, iseng membuka kulkas kutemukan buah belimbing titipan nenek (kangen juga ketemu dia), seketika terbesit tanya "kapan terakhir ku makan buah?" yang mana aku tak menemukan jawabnya, alias memang sudah lama sekali. Bahkan kalau mau dievaluasi pola menu makanku beberapa waktu terakhir ini, jarang ada unsur sayur didalamnya. Pantas saja tubuh ini rasanya jadi berat, maka kuputuskan tekad (ya.. ini baru tekad) untuk menjadi vegetarian temporer, yang mana hari ini pun aku telah gagal untuk menjadinya (karena tadi siang makan ikan). Hmm.. Sebuah hari yang cukup menarik bagiku, entah mengapa walaupun secara obyektif ga beda dengan hari-hari sebelumnya.

Aneh. Tapi tulisan ini harus diakhiri karena aku harus membangunkan si Dia yang ada disana.

"cinta memerlukan hati yang luas untuk menampungnya, bersegeralah.. namun bersabarlah terhadap prosesnya"

2 komentar:

  1. *tes komen*

    Kalo mau jadi vegetarian, berarti besok ga bisa bebas makan di Pronto All U Can Eat, dong. Hehehe..

    BalasHapus
  2. hehe.. kalo itu harus bikin pengecualian ren... lha wong larang e.. :p

    BalasHapus