Menggelepar dihajar gejala flu. Kemarin ketika si Dia mampir menginap 1 minggu di Jakarta juga menderita gejala yang sama. Saya juga sempat tersenggol gejalanya sampai ikut-ikutan minum obatnya, walaupun dengan dosis setengahnya. Setelah si Dia direnggut dariku oleh jarak sejak 3 hari yang lalu, kemarin lusa dan kemarin diriku sempat memproklamirkan diri dalam kondisi sehat dan bugar, tapi tidak sampai sore hari ini. Hidung, tenggorokan, mulai menunjukkan adanya serangan nyata dari unsur-unsur asing yang tak kasat mata. Tak lama, kepalapun ikut dibuat pusing, sebuah serangan sistematis nan mendadak. Blitzkrieg ini mengakibatkanku saat ini kembali meminta bala bantuan dari benda (yang juga asing bagi tubuh) yang menyebut dirinya sendiri dengan nama panadol. Reinforcement ini kubutuhkan agar bisa tetap berdiri saat besok menghadapi ujian, yang sekarang diriku hanyalah seorang korban dari peperangan yang sedang berkecamuk di dalam tubuh ini. Merengek melalui tulisan adalah hal terbaik yang bisa kulakukan saat ini untuk mengalihkan rasa sakit, sambil meresapi makna sebuah kalimat bijak yang berbunyi "Tuhan bersama orang sabar". Amin.
Tampilkan postingan dengan label berkicau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berkicau. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Mei 2011
Kamis, 19 Mei 2011
Kue 24 Jam
Sulitnya membagi waktu disaat situasi memang sedang tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Waktu yang seluruh manusia diberikan dalam sehari-semalam 1x24 jam dengan sama rata sama rata oleh Tuhan adalah sangu alias modal untuk bisa dikelola dengan sebaik-baiknya. Makanya itu, ini semua kembali kepada sebuah frase yang bernama 'manajemen waktu'. Bukan suatu mata kuliah wajib maupun non-wajib yang diajarkan di perguruan tinggi manapun, tapi harus diakui bahwa MW (manajemen waktu) adalah sebuah disiplin ilmu esensial bagi setiap orang. Terutama bagi yang dilahirkan tidak dengan bergelimangan harta layaknya jeung Paris Hilton (dia lagi..)
Saya adalah salah satunya yang mengalami kesulitan dalam memilah-milah 'kue' waktu tersebut untuk bisa dibagikan secara adil kepada seluruh stakeholder kehidupan saya. Semua selalu terbentur dalam sebuah situasi yang tidak diinginkan, keterbatasan waktu yang seandainya luangpun, tubuh dan jiwa saya menuntut dengan keras untuk digunakan untuk slowing the pace down alias santai sejenak. Salah sayakah? yah mungkin saja, karena sangat mungkin terjadi di suatu sisi bumi lain ada individu-individu yang bisa memaksa tubuh dan jiwanya untuk memiliki ketahanan bekerja dan berpikir keras dengan istirahat alias ngasoh yang minimal. Yah adalah hak prerogatif setiap insan manusia untuk memutuskan bagian-bagian kue 24 jamnya terbagi seperti apa. Yang pasti kalau saya pribadi terkadang merasa terlalu tua dan lelah untuk 'berlari'.
Minggu, 24 April 2011
Waduh Pak, bayar dulu pajak bandaranya..

Alkisah pagi ini gw sedang tergopoh-gopoh mengejar jadwal pesawat paling pagi yang akan membawa gw dari Lombok menuju Jakarta, dan pemandangannya seperti biasa, di ruang bandara Selaparang Mataram-Lombok yang tidak besar, dipadati oleh ratusan penumpang yang sibuk dengan urusan keberangkatannya di pagi buta itu.
Nah, gw yang sudah di check-in kan tiketnya menggunakan jasa mas-mas travel agent otomatis tinggal berkepentingan menembus pintu pemeriksaan (plus scanner) kedua. Namun ditengah padatnya manusia di ruangan tersebut, antrian 1 baris pun terlihat absurd, melihat ada ruang kosong disebelah, ya sudah gw berdiri disitu dengan pertimbangan (dan pembenaran karena memang secara aturan melanggar aturan antri) ga memungkinkan lagi kalo gw ikut antrian yang sudah ada, toh gw pikir disaat antrian gw yang dah agak telat itu, kalo pesawat dah mau berangkat, nanti akan ada mas-mas petugas yang berteriak-teriak memanggil para penumpang yang masih belum terangkut naik ke pesawat, dan salah satunya yang terjebak antrian semrawut seperti yang gw alamin ini. Secara, (sekali lagi pembenaran gw nih hehe) gw mencoba memanusiawikan pola antrian yang memanjang seperti ular ditengah hiruk pikuk yang tidak efektif itu.
Namun setelah gw berdiri dengan tertib di tempat baru gw, ehh.. bapak-bapak disebelah gw (mungkin karena memang benar) komen, "ini antrian jadi dua ya??" dengan nada menyindir (mungkin ke gw), pikir gw, kalo dia bilang langsung ke gw ya gw akan jelasin baik-baik (tanpa ngotot menjadi yang benar karena emang jelas tindakan gw ga benar) kalo udah ga memungkinkan gw antri di ujung belakang yang ntar bakal ngalangin orang keluar masuk (lagian kenapa ga bapak itu berinisiatif membuat barisan baru ntar pasti gw ikutin). Kadang terlalu kaku ikut aturan tanpa ngeliat situasi juga akhirnya ga beres juga kan. Tapi sekali lagi gw tegaskan memang tindakan gw ini patut dinamakan membuat antrian baru alias kurang (jika menggunakan perlembutan kata "tidak").
Waktupun berlalu, dan orang-orang mengikuti gw untuk antri dibelakang gw, tapi toh tetep aja ada orang-orang yang lebih rusuh nyelaknya daripada gw. Dan si Bapak bijak itu berkicau lagi "orang Indonesia memang paling susah diajak tertib n teratur".
Hmmm.. pikir gw, itu kalimat yang mungkin beratus-ratus kali (kalo belum sampe seribu) gw denger dari mulut orang Indon sendiri. hehehe ada apa nih sama orang Indonesia??
Merasa tau diri, gw ga mau deh ngeduluin bapak-bapak itu, ya udah gw kasih duluan, sekilas dari tiketnya terlihat bahwa beliau ini bukan orang sembarangan (pikir gw, mungkin ini orang yang bisa merubah Indonesia ke arah yang lebih baik), terbukti dari tiket Garuda Indonesia kelas Executive yang dipegangnya.. wow.. baru kali ini seumur hidup gw liat tiket GI executive class.
Ya udah deh, merasa kelas gw makin kebanting, gw makin ikhlas mendahulukan beliau-beliau ini, tapi ternyata batin gw mendadak merasa berkata "haduuhh bapak idola ku, kok anda melakukan hal-hal remeh temeh seperti ittuuuu (diucapkan dengan nada prihatin)", Ternyata eh ternyata, si Bapak belum bayar pajak bandara, ehh beneran tuh? (dalam hati gw ga percaya saat petugas pemeriksa mengatakan ke bapak yang terdiri dari 2 orang itu), eh ternyata beneran. Mungkin beliau terlalu sibuk hingga sudah antri sedemikian lama dan memegang erat prinsip baiknya namun lupa akan hal dasar tersebut.
Nahloo, kalo dah gini gimana?? sejenak gw mikirin, waduh jangan-jangan demi menjaga prinsip antrinya ntar bapak ini akan kembali ke antrian yang mengular itu karena ga pingin menyelak hak orang lain. Haduuuhh

Senin, 11 April 2011
B.a.B ku.. b.A.b mu..
Kemarin gw ga BAB, maka tadi pagi gw memutuskan untuk BAB meskipun belum terlalu pengen, toh akhirnya keluar-keluar juga. Ga dikit malah. Gw ngerasa diri gw udah jauh banget dari yang namanya disiplin. Hal ini tercermin dari hal yang paling ringan n orang males nyebutnya, BAB.
Gw pernah inget waktu SMU dulu, temen gw pernah bilan, BAB tu sehatnya tiap hari, baiknya pagi hari karena tubuh abis beristirahat dan saat pagilah kita detox, pup n pipis. Terus gw tanya balik, lah kalo ga pengen gimana? dia bilang, lu pasti BAB deh no matter how few. Kalau emang sedikit yang keluar ya gapapa, ngapain juga lu mesti nunggu sampe banyak, malah nimbun penyakit.
Trus gw terima semua ocehannya itu sambil melongo "ooooh gitu" Justru kotoran kita ga baik disimpen lama-lama malah ga baik kan?
Jadi gw pengen jadikan hal ini sebagai bentuk kedisiplinan dan rutinitas pagi hari gw. Sebenernya dulu dah pernah berjalan lumayan lama, tapi hal-hal yang terjadi akhir-akhir ini di hidup gw, bikin semuanya berantakan.
Sekarang ya waktunya untuk merapikannya. dan dimulai dari BAB :-)
Selasa, 07 September 2010
homegrown??
Menjelang mudik setiap orang yang akan menjalaninya pasti (hampir pasti) akan merasakan suatu histeria tersendiri akan sensasi mudik tersebut, kembali ke "home" adalah sesuatu yang normalnya dinantikan sepanjang tahun oleh seorang manusia. ada yang salah?? ga ada, ga ada sama sekali. malah kalo seorang manusia tidak pernah ingin kembali ke "home" nya itu dia yang harus dipertanyakan. Namun.. ada nih yang mau saya tanyakan. menggelitik sih, apa sih arti dari home itu?? tempat untuk kembali?? tempat yang nyaman untuk kita berada?? yup itulah dia. seorang manusia dewasa (sedewasa apapun) selama dia merasakan sesuatu yang nyaman untuk ditinggali, seumur hidupnya dia akan ingin kembali ke tempat itu. tak peduli apakah dia akan menunjuk rumah orang tua, tempat nongkrong, suatu tempat eksotik, atau dimanapun itu, dia selamanya akan kembali ke tempat itu. Namun, jika seseorang ingin kembali terus ke "home" nya ataupun tinggal terus didekatnya??? hmm apakah ini suatu kewajaran dari pria dewasa. apalagi kalau itu berhubungan dengan homegrown nya, ya ampun, hidup macam apa yang diharapkan dari mereka?? apa layak suatu tempat disebut "tempat untuk kembali" saat sepanjang waktu kita hanya berteduh di tempat itu. Dan hal itu tentunya akan mengkerdilkan jiwa dari si manusia tersebut. Akan lebih indah jika sepanjang hidup dia habiskan menjelajah suatu tempat, berkarya (dengan tidak terpaksa), ataupun menemukan "home" baru di tempat tersebut. dan suatu saat pada akhirnya berpulang ke rumah tempat dia berasal.
think about it..
Senin, 07 Juni 2010
my dear honey..
sesejuk udara sehabis hujan, jika mengingat dirinya disaat yang menyenangkan, walaupun terkadang seperti awan pekat dengan petir saling menyambar jika level energinya sedang tidak sama. Apapun itu, dia terasa telah masuk kedalam skenario hidupku, untuk mendampingiku. Teringat bagaimana pertama kali kumemandangnya di pertemuan pertama, tidak pernah kumenyangka bahwa dia akan memiliki tempat seistimewa ini di hati. Dia adalah satu, satu keajaiban yang datang dengan tiba-tiba ke hidupku.
Kamis, 20 Mei 2010
pagi...
Pagi ini terbangun di pulau tropis ini seperti biasanya, agak terasing dari kabar-kabar ibukota, karena memang pilihan gw untuk tidak memelihara televisi dengan segala konsekuensinya, padahal hal itu justru membuat gw keliatan bego kalo ngobrol-ngobrol ma orang kantor mengenai masalah bailout century ato susno ato apalah itu yang menurut orang-orang "standard" keren untuk dibahas. Tapi entah kenapa dari lubuk hati yang paling dalam dan tanpa bermaksud untuk beda gw ga tertarik untuk mengikuti itu semua, seperti hidup di alam lain dan ditugaskan untuk mengambil misi sulit yang membutuhkan suatu konsentrasi penuh untuk mencapainya dalam hidup ini sehingga tiada perlu lagi untuk mencampurkan diri dalam hiruk-pikuk yang berkembang subur di masyarakat, walaupun itu hanya dalam konteks ide.
Sabtu, 27 Juni 2009
Pak Pulisi di perempatan kecil
Ada polisi sedang berdiri di sebuah perempatan jalan di pesisir barat lombok, tingak-tinguk, awalnya gw mikir ada 2 kemungkinan tentang apa yang ada didalem pikiran nih polisi, pertamax, langsung aj gw tembak, dia lagi butuh duit alias mencari mangsa a.k.a bersiap mempritt tanda offside kepada para pengendara (biasanya) sepeda motor yang lalai dalam mematuhi setiap undang-undang lalu lintas, oh iya, setting waktunya saat itu lagi siang bolong, hampir jam 12 siang, cerah pula, nyaris tanpa awan, di kota yang kecil ini, teknologi mesin penghitung detik lampu merah memang baru saja digunakan, namun (seperti biasa) ga perlu nunggu waktu lama untuk melihat bahwa alat-alat yang dibeli dengan mahal (atau tadinya mahal) itu berkedip-kedip tidak jelas atau malah tidak berkedip sama sekali alias rusak, yah, gw mah ga mau menunjuk siapa-siapa yang berdosa dalam hal ini, lha wong gw juga banyak dosa, tapi dalam hal ini yah demikianlah keadaannya. oh iya, kembali ke pak pulisi tadi, sebenernya kasian juga gw liat itu polisi, berdiri di siang bolong gitu, tapi gw juga ga tau kenapa dia ngelakuin itu, ya itu dia, akhirnya muncul 2 kemungkinan di kepala gw ini, nah, sambil gw tengok ke belakang, nyari-nyari adakah pengendara motor yang sedang sial, entah lupa ga bawa helm, atau ga punya helm, ato lagi ga mampu beli helm karena miskin (kek gw ini, helm boleh HM-in punya orang, tapi orangnya dah maklum kok) jadi (secara sepihak) gapapa kan. ternyata dibelakang gw (saat itu) adalah para pengguna jalanraya yang sangat patuh dan mematuhi setiap peraturan lalulintas, jujur gw agak kecewa, gw siang itu lagi butuh banget tontonan soalnya, ngarepin banget ada anak kampung yang tengil n sok gaul lupa pake helm trus pada akhirnya kena offside alias kena semprit wasit, eh , pak pulisi, ternyata ga ada. eh di kiri gw (gw ada di front row ) ada motor yang lagi numpang ngadem di tepi jalan, tapi sebenernya dia sama aja ma gw, lagi nungguin lampu merah yang luar biasa lama untuk perempatan sekecil ini (yang kadang gw ngerasa bego banget nurut aja sama angka2 di alat yang tinggal menghitung hari buat jadi rongsokan itu). sadar kalo didepannya ada polisi lagi berdiri, itu motor makin mengingsut ke pinggir lagi ke arah sudut mati pandangan pak polisi itu, aslinya, jiwa jahat gw waktu itu pingin manggil pak polisi, "paak,, ada yang nakal ini lho...", lumayan untuk mengakhiri dahaga akan tontonan di siang nan terik itu. tapi gw ga berani, hehe nyali gw ciut ut ut.ya udah, gw dengan sangat terpaksa merelakan tontonan gratis gw hilang.sambil nunggu terus aja mata gw ini terpana ke pak pulisi yang berdiri tegap di salah satu sudut perempatan, trus muncul kemungkinan kedua di otak gw, apa itu? ini dia...Pak pulisi itu emang bener-bener sedang bekerja berdedikasi untuk mengawasi tertib lalu-lintas di perempatan mungil itu, dan memang, survey membuktikan, tiap gw lewat perempatan itu, semua bergantung dengan keberadaan polisi berdiri (bukan tidur lho ya) disitu, kalo ada, tertib deh lalu lintasnya, orang pada mau and rela menanti dengan sabar lampu merah itu berganti menjadi hijau, padahal kalo pas lagi ga ada, ya ampun,, semrawut banget tu perempatan. dan pada akhirnya emang gw berkesimpulan begitu. pak pulisi itu bener2 sedang bertugas dengan sigap. sampai lampu merah gw berubah warna jadi ijo, dia tetap berdiri tegak mengawasi lalu lintas sekali lagi dengan penuh dedikasi.yah moga-moga prasangka gw bener, soalnya jarang-jarang gw punya prasangka baik ke orang.
Sabtu, 13 Juni 2009
weekend ku
Menikmati weekend dengan lebih dewasa, hehe apa maksudnya nih, yang gw maksud disini (ini penafsiran gw secara pribadi) adalah menikmati weekend tanpa berhura-hura (dalam artian menghamburkan materi) untuk mendapatkan kenikmatan itu sendiri, dengan kata lain, tetap menikmati weekend namun dengan cara yang tidak seperti biasanya, caranya? ya pertama gw harus canangkan dulu didalam hati gw, diniatin kalo weekend sekarang harus lebih nikmat daripada weekend2 sebelumnya, walaupun yang sekarang ini tidak dengan mengeluarkan uang, tapi coba menggali sisi kehidupan lain yang sebelumnya belum tergali, atau mengoprek apa-apa yang ada di dalam diri kita yang sebelumnya belum pernah kita tengok sendiri, dalam hal ini, weekend kali ini, gw pingin menulis, pertama dengan tulisan ini, ntar sore gw pingin mengembangkan teknik fotografi gw (yang emang pas-pasan) lalu menguploadnya di internet, untuk mendapatkan apresiasi atau kritik dari para teman sejawat, dengan begini weekend gw ga akan berlalu kosong begitu aja, dibandingkan dengan mengeluarkan uang hanya untuk hiburan semua (seperti yang gw lakukan sebelumnya), kayaknya emang mengisi weekend dengan mengasah bakat dan hobi yang ada dalam diri adalah cara yang (juga) mengasikkan. hanya saja kadang kita malas untuk melakukannya.
Minggu, 07 Juni 2009
Ini bumi kita juga bro!!!
Pernah ketemu orang yang suka bertindak seenaknya?? sekali-dua kali mungkin kita masih bisa "membiarkan"nya, tapi untuk seterusnya, orang-orang kayak gini ga bisa dibiyarin bro, dunia bukan miliknya dia seorang, lu harus kudu berani ngomong apa yang lu mau, ga peduli apa hasilnya ntar, yang pasti, yang perlu dicamkan diotak lu yang paling dalam n dasar adalah hidup kita semua sebagai manusia modern tuh rata-rata sekitar 60 tahun, sangat singkat!, lu mau membiarkan orang-orang seenaknya berbuat seenak udelnya mereka tanpa ada (minimal) teguran ato peringatan ke mereka?! duh, surga banget hidup mereka, n kasian banget hidup lu. kadang emang dunia ini gak (terlalu) adil, banyak orang-orang yang seharusnya secara matematis n logika loser seloser losernya malah dapet tempat yang terlalu tinggi di mata masyarakat, dan sebaliknya, elu.. yang punya satu, dua, ato banyak kelebihan dibanding orang-orang lain, tapi masalahnya hal itu ga terekspos bro, hanya karena lu ga pede ato takut untuk "keluar" menghadapi dunia, padahal sebenernya itu dia modal utamanya. sayang banget kalo elu beranggapan "ah, gw mah ga suka pamer2, biar kelebihan gw cuma gw n Tuhan aj yang tau", bhehehe monggo aja kalo lu mau nya gitu, tapi sekali lagi lu harus camkan.. umur hidup kita nih singkat, dan kita semua nih (sangat) berhak mendapatkan hak kita didunia ini sesuai porsi kita masing-masing sebelum ajal menjemput, jadi kalo lu emang merasa berhak mendapatkan sesuatu yang emang bener lu berhak, apakah itu, harta, sahabat,cinta, atopun ketenaran, just go get it!!! raih lah itu semua!! yang pasti gw yakin lu tu didalem hati lu yang pualinggg dalem pasti ada perasaan mengganjal ngeliat para loser2 itu berkeliaran seenaknya dah kayak mereka itu menguasai dunia ini aja, sedangkan elu??? lagian kalo semua yang ada didunia ini hancur seketika n cuma skill yang bisa berbicara, yakinlah deh.. elu tu lebih unggul dari mereka. elu itu siapa.. mereka itu siapa.. mereka ga akan bisa survive, karena mereka itu nol boss..sekali lagi.. elu itu siapa.. mereka itu siapa.. cuma elu yang tau.
Bertolak dari Kasus Ambalat
Ngeliat perkembangan situasi akhir-akhir ini di tv tentang issue Ambalat yang jadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia sedikit banyak bikin gw was-was plus gemes, gimana bisa negara sebesar Indonesia dengan penduduk 250 juta bisa "kalah gertak" sama negara kayak Malaysia yang statistik fisiknya mungkin bisa lu cek sendiri sama oom google. Indonesia yang memiliki kondisi sejarah HAM yang carut marut dimasa lalu, militer yang sudah menjadi rahasia umum pernah membantai rakyatnya sendiri (jadi otomatis kan galak-galak tuh) bisa kalah dalam statistik persenjataan dengan Tentara Diraja Malaysia, apa yang salah dengan negara gemah ripah lohjinawi ini? mungkin bait pertanyaan terakhir gw terdengar bodoh sekali, karena itu adalah pertanyaan ulangan yang ke sekian juta kali muncul ke permukaan tentang "keganjilan" negara yang seharusnya bisa menjadi Adidaya macam Indonesia ini, ibarat main sebuah game FM, mungkin Indonesia ini adalah klub sepakbola dengan kondisi keuangan yang makmur, namun transfer budgetnya kecil, dan itu mengakibatkan minimnya prestasi tim itu sendiri, konflik internal pengurus klub yang berimbas pada tersendatnya laju klub, dan tidak lupa korupsi yang selalu menggerogoti klub kaya itu sendiri. statistik yang menunjukkan bahwa keunggulan jumlah Alutsista Indonesia dibandingkan dengan Malaysia (walaupun jika dibandingkan dengan rasio wilayah yang luas hal ini masih sangat kurang bagi Indonesia) namun hal itu belum ditilik lebih jauh kepada kelayakan dan kecanggihan yang sekali lagi semua itu berada dalam kondisi yang membuat miris. seorang teman pernah bilang ke saya, "yang layak tempur itu cuma 50%, udah gabungan darat, laut, udara" , saya timpali "kata siapa?", dia jawab lagi "kata berita". yah mungkin cuma dari berita di televisi saja sumber bahan obrolan kita selama ini, tapi apakah berita di televisi itu 100% bohong, kayaknya ini harus jadi pembelajaran dari kita semua untuk gimana caranya meningkatkan WIBAWA dari negara ini, pastinya tanpa kehilangan identitas kita sebagai Indonesia, gw ga pingin Indonesia meniru kemajuan Jepang ato Paman Sam dengan membabi buta sehingga sifat kehilangan keindonesiaan kita, maksud gw, kita mungkin harus bekerja keras macam orang-orang workaholic di Jepang itu, tapi janganlah kehilangan sifat "santai" dan "humoris" kita sebagai bangsa Melayu yang notaben emang "suka bercanda". kembali ke masalah Ambalat ini, sejauh ini gw masih salut sama TNI yang berani muncul di garis depan mempertahankan kedaulatan negara ini, walau sebenarnya Malaysia dengan kapal perangnya yang lebih modern masuk wilayah Indonesia (mungkin mereka juga menganggap bahwa wilayah yang mereka lintasi itu masih wilayah mereka, karena ini sengketa) yang hanya beberapa kilometer persegi ini (namun konon kaya akan minyak bumi didalamnya), tapi kondisi ini apakah harus dibiarkan terus-menerus, melihat kasus Ambalat lebih dalam lagi, akan menguak dimensi yang lebih luas lagi mengenai ketertinggalan bangsa ini dibandung hanya berkutat di sekitar perebutan wilayah yang tidak terlampau besar ini, borok-borok multiagenda yang menunggu untuk diselesaikan oleh presiden terpilih 2009-2014 nanti, siapapun dia, tidak boleh menutup mata dalam hal ini, gw rasa rentang masa kerja presiden terpilih nanti itu adalah masa kerja yang bener-bener krusial, apakah bisa membawa bangsa ini kearah yang lebih baik (beserta wibawa bangsa yang ikut terangkat), ato akan tetap menjadi manusia dewasa yang idiot yang akan selalu menjadi bahan olok-olokan anak kecil yang masih ingusan macam Malaysia atau bahkan Singapura itu, kebangkitan bangsa ini berawal dari keinginan tiap individu WNI itu sendiri, ini adalah tanggung jawab kolektif yang harus diemban di tiap pundak anak bangsa, ga usah mikir terlalu jauh dalam hal ini, sekarang tugas kita semua, adalah meng upgrade diri kita sendiri menjadi SDM yang bisa bersaing dengan SDM bangsa lain, cukup sudah WNI selalu minder jika berhadapan dengan WNA, hal ini adalah borok yang harus diobati segera, oleh kita semua.
Sabtu, 16 Mei 2009
bukan pagi yang "baik"
bangun di minggu pagi, mata kiyep2, udah gitu minggu ini inter, MU, Barca pada penentuan juara liga masing2. ahh.. ga ada diantara deretan nama klub-klub itu yang gw suka, bukan tahun yang baik emang tahun ini buat peruntungan sepakbola gw. secara tadi malem ane main futsal juga body ini kayak dah terlalu "gemuk" buat dibawa lari-lari. emang dah body om-om nih. browsing-browsing, ternyata dapet tips yang menurut gw agak susah buat dijalanin orang timur kek kita ini, masalah sarapan, gw yang biasa sarapan nasi uduk sama teh manis, kadang malah gabung sama makan siang, sekarang harus ngubah kebiasaan itu dengan pola "sarapan sehat", menu sarapannya,- bubur oatmeal- pisang- susu rendah lemakwaduh, gw pernah nyoba oatmeal sekali, bheew, ga enak bro, sumpah, udah gitu mahal pula. kata website itu, kalo kita rutin sarapan yang kayak itu diatas, insya Allah kadar kolesterol darah kita bakalan turun, nah itu dia, masalahnya ga ada apa menu sehat yang enak n murah macam nasi uduk n teh manis anget itu, pertanyaan dari gw yang awam ini, kenapa pula sih mau sehat aja kudu repot? tapi kenyataannya emang gitu. jadi mau ga mau kita harus lakuin apa yang tips-tips itu sarankan. gw yang males gerak n dah (mulai) kecanduan blogging ini mau ga mau harus ikut itu, sebelum semuanya jadi terlambat.
Rabu, 13 Mei 2009
Assalamualaikum
baru belajar ngeblog nih, maunya si ikutan gaya-gayaan, tapi kayaknya lumayan buat menumpahkan segala gundah gulana ato tulisan-tulisan yang ga bisa gw tumpahin di dunia nyata biasanya.
hmm hari ini seperti biasa, berlangsung 24 jam, mikirin jodoh yang ga dateng-dateng, makan 3x sehari, mandi 2x sehari, plus sikat gigi yang cuman sekali sehari. ga ada yang istimewa, kecuali tadi siang makan nasi pake pecel n sambel bawang yang pedesnya nauzubillah.. bheww.. dikira perut gw dari timah apa, dah gw pesen ga usah pedes-pedes tetep aja, terobsesi banget rupanya penjualnya bikin pelanggannya mencr*t2, seperti yang gw alami sekarang. ahh payah deh, kadang emang pedagang dalam hal ini resto2 ato warung makan, lebih peka terhadap apa yang diinginkan oleh pelanggannya.
ya begitulah, bukan hari yang istimewa, bukan hari yang buruk, bukan hari yang berkesan juga.
tapi hari pertama ane posting di blog ini.
Langganan:
Postingan (Atom)