Kamis, 31 Maret 2011

Tips Menghabiskan 1 Hari di Sisi Selatan Lombok





Berencana berlibur ke Pulau Lombok dan bingung tentang bagaimana menghabiskan waktu di Pulau Surgawi tersebut dengan efektif dan efisien?

Ada banyak tempat tujuan dan cara untuk dikunjungi dan dilakukan disana. Untuk itu,berikut adalah salah satu “paket” menghabiskan 1 hari penuh kenangan di sisi selatan Pulau Lombok dengan lebih efektif dan efisien. Perlu diketahui sebelumnya bahwa jumlah pantai yang ada di selatan Lombok banyak jumlahnya, mungkin jika kita melihat peta Pulau Lombok, kita akan dibuat bingung memilih pantai mana yang akan kita kunjungi hari itu. Cukupkah satu hari untuk mengunjungi semuanya? cukup jika kita hanya memiliki program sampai di tempat foto sekali - dua kali dan pergi ke lokasi selanjutnya TANPA bisa benar-benar menikmati pantai yang tidak akan bisa kita temui di kota-kota besar . Untuk itu,berikut 4 pantai yang sangat direkomendasikan dan dapat sangat mewakili sisi selatan Pulau Lombok untuk dikunjungi (dan nikmati), mereka adalah :

1. Pantai Selong Belanak

2. Pantai Mawun

3. Pantai Kuta

4. Pantai Tanjung Aan

Untuk itu kita harus “take-off” dari Mataram / Senggigi paling lambat kita harus sudah berangkat pukul 9 pagi (dan kita harus sudah sarapan tentunya). Untuk menghabiskan satu hari yang menyenangkan maka kita akan jauh lebih baik jika menyewa kendaraan roda empat (karena naik kendaraan umum untuk mengunjungi tempat-tempat di Lombok sangat tidak disarankan karena ketidakefisienan waktu yang akan ditimbulkan) dan jangan lupa bawalah peta jika tidak menggunakan jasa supir, dan bisa kemudian menyewa kendaraan roda dua di Kuta Lombok jika anda menginginkan untuk menginap di Kuta dan menginginkan untuk menyusuri pantai-pantai sekitarnya dengan bersepeda motor-ria.

Dari Mataram / Senggigi, kita harus melewati Kota Praya Lombok Tengah untuk menuju lokasi, namun kita tidak benar-benar melewati kota Praya karena tepat pada perempatan (dengan lampu merah) sebelum memasuki Kota Praya kita akan berbelok ke arah kanan (selatan). Sesudahnya kita akan dihadapkan pada 2 pilihan jalan, yaitu : via Penujak (menuju Pantai Selong Belanak), atau via Kuta. Jalanan menuju Kuta akan lebih bagus kondisinya dibandingkan dengan Jalanan Penujak (sedang ada perbaikan jalan namun belum seluruhnya). Namun jika ragu, demi kemudahan ada baiknya kita memilih jalur via Kuta, yang nantinya setibanya di Kuta kita akan berbelok ke kanan untuk bisa menikmati pantai-pantai sesuai dengan urutan yang saya sarankan diatas (1 sampai 4). Menuju Pantai Selong Belanak. (jangan ragu untuk rajin berhenti dan bertanya ke penduduk setempat mengenai arah tujuan yang dimaksud).

Apa yang akan kita temukan disana? sebaiknya buktikan sendiri dan persiapkan kamera dengan baterai yang sudah dipastikan full, karena baik tempat yang dituju dan perjalanan menujunya adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan.


Pantai Selong Belanak



Setibanya kita di pantai ini, kita akan disuguhkan pemkitangan sangat indah dan banyak yang bilang "phuket-like". Dengan pasir putih halus yang sangat luas nan terbentang sehingga kita bisa menikmatinya sambil berjalan kaki sampai ujung dan warna air yang biru kehijauan yang selalu menggoda kita untuk berenang dengan ombak yang bersahabat sekaligus menantang. Kita bisa belajar berselancar di pantai ini dengan menyewa papan selancar di warung-warung pinggir pantai, tanpa perlu kekhawatiran kaki kita akan terluka oleh karang, karena di pantai ini dasarnya adalah pasir yang sangat lembut, terasa ga mungkin ya? tapi buktikanlah sendiri. Pantai ini adalah jenis minoritas di Pulau lombok yang pantai-pantainya didominasi oleh pantai berkarang.

Namun hal terpenting dari itu semua adalah, pantai Selong Belanak adalah pantai yang belum terjamah dan masih sangat sepi, para pengunjungnya mungkin tidak lebih dari hitungan dua tangan, dengan desa-desa nelayan yang masih sangat sederhana dan tradisional menyempurnakan keinginan kita untuk “get lost” dari kehidupan kota nan bising.


Pantai Mawun




Sepuasnya kita berenang di Pantai Selong belanak, kita jangan dulu ganti baju atau berbilas, dalam keadaan yang belum kering, kita menuju persingggahan berikutnya, Pantai Mawun. Perjalanan menuju Pantai Mawun akan menempuh jalanan yang sangat tidak bisa dikategorikan sebagai jalan yang bagus. Menembus rumah-rumah penduduk setempat yang masih sangat sederhana, namun itulah yang akan memberi kita kesan mendalam sampai kita kembali ke rumah kita kelak. Pantai Mawun adalah tempat kita berenang kemudian, jadi menempuh perjalanan dalam keadaan belum kering dan sangat disarankan untuk tidak menghidupkan ac dan membuka jendela mobil, dan bagi para pria untuk bertelanjang dada, dan rasakan keliaran wisata kalian saat ini.

Pantai Mawun memiliki keindahan visual yang tiada duanya, tipuan visual bahwa pantai ini adalah sebuah teluk dengan apitan 2 bukit yang membentuk sebuah celah kecil membentuk lautan (padahal dalam kenyataannya tidak) menambah kesan mendalam jika kita berenang / mandi di airnya yang jernih dan biru.

Namun tantangan tersendiri ditawarkan di pantai ini, yaitu kecuraman yang cukup signifikan sehingga cukup membuat berdebar bagi siapa saja yang menikmatinya. Namun karena kecuraman landscape pantai ini, sangat disarankan untuk memiliki skill berenang bagi yang berminat untuk berkecipak-kecipuk di Pantai Mawun.


Kuta Lombok



Selepas dari pantai Mawun adalah pertanda selesai sebuah sesi berenang, kita bisa bilas di fasilitas pantai ini (yang masih seadanya) atau menundanya menuju Kuta. Namun sepertinya lebih asik untuk menundanya sampai tiba di Pantai Kuta, karena sensasi berperjalanan dalam keadaan badan penuh endapan garam air laut tidak akan sering kita dapatkan dalam hidup dan jangan lupa selama perjalanan antar pantai, sering-seringlah berhenti di tempat yang kita layak memiliki kesan tersendiri untuk diabadikan dalam gambar. Mengenai Pantai Kuta itu sendiri, sebenarnya tidak banyak yang bisa dilakukan di pantai ini karena Pantai Kuta Lombok sangat berbeda dengan pantai Kuta Bali. Pantainya sendiri sangatlah tenang dan tidak berombak karena ombaknya pecah nun jauh di tengah sana dan yang bisa kita lihat dikejauhan hanyalah debur-debur ombak besar yang dikecilkan oleh jarak. Pantainya sendiri biasanya cukup kotor dengan sampah-sampah tumbuh-tumbuhan laut danpasirnya berbulir-bulir besar. Apa yang bisa kita lakukan di pantai ini? kita bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang tersebar di pantai Kuta, makan siang di restoran yang cukup banyak pilihannya, sholat, mandi dan bilas serta ganti baju kering, dan berfoto di salah satu landmark yang cukup terkenal dari pantai ini, yaitu bukit berbatu dengan sebuah pohon kering (namun masih hidup)banyak orang yang tertarik untuk berfoto disini, termasuk memanjat bukitnya, namun hati-hati karena licin. Satu hal yang mengganggu dari Kuta Lombok adalah kehadiran para penjaja barang yang berwujud bocah-bocah yang menggerombol menjual pernak-pernik cinderamata dengan cara yang sangat mengganggu. Tips untuk menghadapinya, adalah bersikap tegas! sekali tidak tertarik jangan sekalipun untuk melirik atau memegang-megang barang dagangannya, karena mereka akan mengikuti kita kemanapun kita pergi. Dan memutuskan untuk membeli 1 atau 2 bukanlah pilihan yang baik, karena hal itu akan semakin membuat kita menjadi gula yang akan didatangi oleh makin banyak semut. Katakanlah Tidak! dan belilah cinderamata kita di tempat lebih nyaman.


Pantai Tanjung A'an




Selepas makan siang, sholat, istirahat, dan berfoto, dengan perkiraan waktu menunjukkan pukul 3-4 sore saatnya menuju tempat terakhir yaitu Pantai Tanjung A'an. Pantai ini adalah pantai yang menawarkan suasana relaksasi yang luar biasa saat matahari terbenam. Sesampainya di pantai ini, belilah kelapa muda dan naiklah keatas bukit, duduklah bersama teman-teman kita diatas rumput bukit tersebut, berfoto-fotolah dan nikmatilah pemkitangan dari atas bukit tersebut. Menjelang matahari terbenam dengan angin sore yang berhembus adalah saat yang tepat untuk menikmatinya bersama kawan-kawan dan sahabat / kekasih kita, soul session, dengan tubuh yang telah lelah berenang dan terpanggang matahari seharian penuh. Resapi penuh pengalaman yang akan kita kenang seumur hidup kita. Dan setelahnya kembalilah ke Mataram dengan hati penuh keceriaan. Hari itu kita telah habiskan dengan penuh kesempurnaan. Selamat kawan!

Rabu, 15 Desember 2010

15 Desember 2010

Surat Pembebastugasan diriku dari instansi ini telah kuterima, biasanya ini adalah bahasa halus untuk suatu pemecatan. Tapi untukku ini jalan menuju kebebasan, tanpa merugikan pihak manapun :)

Dan aku pun berpacu untuk menyelesaikan hutang pekerjaanku semaksimal yang kubisa.

14 Desember 2010

Dihajar delay pesawat dan insomnia ringan, membuatku tidak bisa absen pagi untuk bekerja sesuai dengan waktu yang diharapkan. Akibatnya? Potongan penghasilan seperti biasanya.
Akupun masuk setengah hari, sambil mengharapkan bisaa bekerja maksimal dalam waktu yang ada.

13 Desember 2010 - Kembali ke Jurangmangu

Hari ini adalah hari yang panjang, mengawalinya dengan sarapan nasi goreng campur mie sisa tadi malem yang sudah dihangatkan, tapi terasa sangat nikmat (entah kenapa).

Hari ini jadwalnya untuk KEMBALI ke daerah jurangmangu/bintaro sana untuk melakukan proses daftar ulang demi melanjutkan masa perkuliahan yang kuidamkan sebagai ajang 'membeli' waktu untuk lepas sejenak dari rutinitas pekerjaan.

Hal pertama yang harus kuhadapi adalah bagaimana membiasakan diri dengan lingkungan kampus yang telah kutinggalkan lebih dari lima tahun. Namun entah mengapa semuanya terasa sulit saat ku berada di tengahnya, asing dan sangat tidak bebas. Tapi segera kuinsaf bahwa mungkin ini harga yang harus dibayar dan dilewati untuk bisa mencapai cita-cita yang kuinginkan. Salah satu contoh kecilnya, dimana aku diharuskan mengganti celana dari jenis jeans ke celana bahan (yang untungnya telah kusiapkan semuanya dari rumah).

Namun bukan itu permasalahan utamanya, karena aku masih harus menghadapi ketidaksiapan (aku belum tega menggunakan kata 'ketidakprofesionalan') panitia dalam menyingkapi pendaftaran yang entah mengapa justru membludak di hari pertama (untuk rentang waktu yang tersedia '10 hari' ini adalah sesuatu yang diluar dugaan), dari sistem pengantrian yang tidak jelas, sehingga urutan antran yang menjadi amat membingungkan, sistem pendaftaran yang menggunakan media elektronik tersebut juga sempat down. Sehingga aku yang datang sejak pukul 10.30 baru bisa selesai pukul 14.30, namun hal itu perlu dicatat telah dipotong oleh waktu istirahat panitia pada pukul 12.00 - 13.00 (walaupun efektif mulai bekerjanya pukul 13.30), mungkin karena masih gagap di hari pertama, segalanya terasa seperti lambat pada saat itu.

Hari itu kumanfaatkan juga untuk bernostalgia, pertemuan dengan seorang dosen (baca : widyaiswara) yang konon sudah 4x terkena serangan stroke sehingga kondisinya menjadi sangat berbeda dibandingkan dengan dosen-dosen lainnya. Namun entah apa yang membuat Pak Dosen ini tetap mempertahankan semangatnya untuk tetap mengajar, suatu pengabdian tanpa akhir mungkin. Yang jelas, berpapasan jalannya aku dengan pak dosen mengingatkanku pada masa-masa kuliah 9 tahun yang lalu bersama teman-teman yang saat ini sudah menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Hormatku padamu Pak Dosen!

Selesai proses daftar ulang, segalanya menjadi tanggung dari segi waktu, rencana awal adalah selesai daftar ulang yang kuperkirakan tidak memakan waktu yang lama, aku mungkin akan berkeliling mencari kos-kosan lalu pulang ke rumahku yang mana jalurnya membelah Jakarta menjadi utara dan selatan, lalu baru berangkat menuju bandara Soetta. Namun jika kondisinya dihadapkan pada pukul 14.30, kembali ke rumah untuk mengambil pakaian-pakaian yang tertinggal mungkin bukan suatu ide yang bagus, berkeliling mencari kos juga sudah enggan kulakukan. Kuingat saat itu, di dalam tas ku sudah ada tiket pesawat Jakarta-Lombok, surat-surat semuanya lengkap. Jadi mungkin aku bisa langsung pulang ke lombok dari kampus ini, suatu hal baru bagiku. Dan akhirnya pun kuputuskan demikian, dengan membawa baju, sepatu, serta kaus kaki bokap aku pulang menuju Lombok dengan moda transportasi 'X-trans', bus tanggung yang pembelian tiketnya berada di loket khusus, dan hanya melayani penumpang yang membeli di loket-loket tersebut. Lewat BSD, Daan Mogot, dan tempat-tempat lain yang tak kuperhatikan karena kesibukanku membaca rollingstones.

Sampai bandara pun aku masih dihadapkan pada masalah klasik. Lion Air Delay!.. Dong!

Senin, 13 Desember 2010

12 Desember 2010

Bermain ke daerah cibubur, menikmati metromininya jakarta, menikmati jalan rusak (bahkan di kota besar pun), menikmati kisah, menikmati membaca berjuta pamflet dan spanduk yang 'menghias' jakarta.

Menikmati siomay pinggir jalan Kampus UKI Cawang, semuanya berawal dari menikmati membaca koran sampai sedetail yang kubisa di pagi harinya.

11 Desember 2010

Nyaris ga bangun buat dapetin jadwal pesawat jam 06.10 WITA kalau ga ada precious wake-up call. Agenda hari itu lumayan padat (di pagi harinya), setelah sampe Jakarta, langsung harus buru-buru nyampe rumah buat naruh keyboard, yang sudah cukup menyusahkan sejak proses pengepakannya, dan apalagi sekarang, saat membawanya. Untuk kemudian bergegas menuju Samsat untuk bisa ngurus perpanjangan SIM C yang udah mati dari September kemarin.

Merasa ditipu tukang taksi express sialan. gara-gara gw ga merhatiin jalan dia ngambil jalan tol dengan arah memutar (tapi sebenernya ga memutar-mutar amat sih) tapi tetep aja bukan jalan yang gw mau. Tapi ya sudahlah, toh secara ongkos juga ga jauh beda (udah gw bandingin). Adapun alasan gw milih ber priyayi ria dengan naik taksi karena bis damri yang gw tunggu-tunggu (jurusan Rawamangun) ga dateng-dateng. Sementara Samsat tutup jam 12, takut bakal macet di jalan. Namun emang dasar gw udah bermental daerah, dan ga tau keadaan jakarta yang up to date, jadi ga tau gimana keadaan lalu-lintas pada hari sabtu (tau lancar mending tadi gw nunggu bis aja dengan sabar).

Ok, singkat kata, setelah naruh Keyboard, gw langsung ke Samsat. Sampai sana gw dipusingkan dengan cara pihak kepolisian dengan melayani masyarakat sipil. Semua penjelasan serba apa adanya, kayak : "KTP kopi 3". Udah, gitu aja, abis itu ngapaian gw juga dibikin bingung. Gimana sih ini bapak-bapak polisi, tapi ya udah gw ikutin, n gw tanya lagi "disini ada fotokopi dekat pak?" dengan nada sopan (tapi ga takut). Dia cuma dengan kepalanya mengarahkan gw kesuatu arah yang dia maksud. Hmmm.. oke deh. gw ngerasa lebih waras jadi gw harus lebih sabar. setelah fotokopi (dengan disrobot oleh oknum berseragam yang entah dengan sibuknya sedang mengurus perpanjangan SIM nya siapa juga gw ga tau (kalo dibilang simnya dia pribadi, kok KTPnya ada lebih dari satu), sekilas inget tulisan di pintu masuk Samsat kebon nanas Jakarta Timur ini, kalimat aslinya gw lupa tapi intinya begini

'JANGANLAH MENGURUS MELALUI CALO (wahai kau anak manusia)..'

sorry, bagian terakhir gw nya yg lebay. ).

Selesai fotokopi kembali berhadapan dengan Pak Polisi 'simbolis' tadi karena memberi gw petunjuk dengan simbol-simbol dikepalanya. Dan dia memberi lagi pengarahan, "mas ke asuransi, bayar, kesana, kesana, kesana..." buset!!!!!! sangat singkat, padat dan TIDAK JELAS~

ya udah gw pikir, dari pada ngasi ruang buat sakit hati atas pelayanan yang apa adanya, mending gw berimprovisasi. Learning by doing, coba ke asuransi (satu-satunya petunjuk pak simbolis tadi yang jelas), tanya, diserobot calo (yang tadi), tanya lagi, dijawab, bayar suruh ke kesehatan buat cek buta warna, dokternya jutek pula (mirip barak militer pas lagi perang ini SAMSAT). Satu-satunya yang ramah cuma petugas Bank BRI (tempat setor biaya) dan bapak-bapak tempat ngambil SIM, setelah isi formulir lalu difoto oleh petugas yang sama TIDAK RAMAHNYA. Haduh, tapi gw masih bersyukur semua ini berlalu dengan cepat.

Karena soal cepatnya pelayanan, harus gw akui, Pihak kepolisian sudah memenuhi janji pelayanan yang tertulis "perpanjangan SIM 30 menit". Tapi mungkin itu juga karena janjinya ga mencakup keramahan, makanya para kru nya ga ada yang ramah. Mungkin suatu hari perlu ditambahkan soal keramahan itu di janji pelayanan. :)

10 Desember 2010

My brother's birthday. Sambil siap-siap besok buat balik ke Jakarta, untuk daftar ulang kuliah (beasiswa-sejenisnya). Sholat Jum'at ditengah suasana hujan bareng teman-teman kantor di Masjid Raya At-Taqwa Mataram. Mataram memang dalam keadaan hujan yang lebat dan lumayan sering frekuensinya.